Apa sih komunisme dan kenapa kok dibenci sama pemerintah
Indonesia? Untuk ngerti itu kita harus balik dulu ke ribuan tahun yang lalu.
Kalian Suka Nonton film-film Zaman Dulu Kan ? Kayak King arthur ,Robin Hood ,Game of Thrones,Dsb.
Meskipun itu cuma film tapi menggambarkan sistem politik dan
ekonomi pada waktu itu: monarki. Kaum bangsawan menguasai segalanya, Seseorang
naik tahta jadi raja, berkuasa seumur hidup hanya karena dia lahir dari
keturunan raja. Tanpa usaha, tanpa prestasi.
Jadi,Kalo kamu hoki lahir jadi anak bangsawan, hidupmu enak.
Kalo kamu sial lahir jadi anak budak ya nikmati jadi budak seumur hidup. Nilai
diri orang ditentukan oleh kelahirannya,Ada sistem kasta yang jelas. Budak
nggak mungkin bisa jadi bangsawan (kecuali di film) .
Kaum bangsawan yg punya hak milik atas tanah, para petani
dan rakyat jelata hanya menumpang dan harus bayar pajak dengan susah payah.
Bukan cuma di Eropa doang kayak gitu, sistem kerajaan ini juga berlaku di
seluruh dunia yaitu Di China, Arab, India, Afrika, Nusantara. Para bangsawan
yang punya tanah, rakyat jelata yang susah payah bertani menggarap tanah, lalu
masih harus membayar pajak pula . parahnya, kaum bangsawan (apalagi keluarga
raja) dianggap lebih mulia derajatnya. Rakyat jelata dianggap hina, gak punya
hak asasi.
Selama ribuan tahun, dunia berputar dengan sistem monarki.
Yang berkuasa foya-foya di istana, sementara rakyat jelata banting tulang. Para
raja itu bekerja sama dengan para pemuka agama, bikin orang jadi nurut gak
berani berontak karena takut dianggap melanggar agama,akan tetapi rasa tidak
puas dan muak diperlakukan tidak adil membuat orang lama-lama jadi
pintar,Perlahan-lahan perlawanan mulai muncul . Karena ditemukannya mesin cetak
membuat ide menyebar cepat lewat tulisan, semangat pemberontakan menyebar
seperti api membakar ilalang.
Kalian pernah dengar tentang Reformasi Martin Luther? Itu kisah Marthin Luther menentang kekuasaan gereja Katolik saat itu yang semena-mena.
Pernah dengar Revolusi Perancis? Para petani menyerbu istana
karena sudah muak melihat bangsawan berfoya-foya di tengah kemiskinan.
Perlahan namun pasti, rakyat bersatu melawan kerajaan dan
bangsawan yang menindas mereka. Seluruh Eropa disapu habis revolusi. Rakyat
menyerang istana, menghukum mati raja dan para bangsawan, mengklaim hak milik
atas tanah dan properti. Monarki digulingkan.
Beberapa negara meredam revolusi dan melepaskan kekuasaan
pada rakyat supaya nggak terjadi pertumpahan darah, Inggris contohnya. Makanya
Inggris sampai sekarang tetap monarki meski hanya sebagai simbolik. Beda dengan
Perancis yang rajanya dipancung di depan umum.
Era kejayaan monarki sudah berakhir. Dengan jatuhnya sistem
kerajaan, muncul lah sistem yang baru: demokrasi. Dari rakyat untuk rakyat.
Tapi saat itu, sekitar abad 17, baru di Eropa saja yang sudah ada demokrasi. Di tempat lain masih monarki. Indonesia apalagi. Indonesia masih dijajah. Kerajaan Belanda menindas raja-raja Nusantara, raja-raja Nusantara menindas rakyatnya. Rakyat jadi budak. Tapi bahas Indonesia nanti dulu,kita balik ke eropa lagi ,karena semua berawal dari sana. Baik masalah dan solusinya juga sekaligus.
Amerika Serikat itu salah satu negara pertama yang berhasil
melepaskan diri dari monarki,AS tadinya koloni Inggris lalu
memberontak. Deklarasi Kemerdekaan AS bilang: semua manusia adalah setara.
Tidak boleh ada manusia yang menindas manusia lain. Mirip UUD 45 ya? Ide
atau paham bahwa semua manusia itu dilahirkan setara dan sebagai individu yang
bebas dari penindasan, itu disebut: LIBERALISME. Paham LIBERALISME ini menyebar
luas ke seluruh dunia, membuat wilayah yang sedang dijajah jadi bangkit
berjuang demi kemerdekaan. Iya, Indonesia merdeka gara-gara LIBERALISME. Jadi
kalo ada yang sok anti liberalisme, suruh dia tabok mukanya sendiri yang
kenceng (bercanda) .
Oke, balik lagi ke Eropa, tadi jadi agak melenceng hehhe.
Singkat cerita, demokrasi bikin keadaan lebih baik. Nggak ada lagi kasta. Semua orang punya hak yang sama dan boleh punya properti. Lalu terjadilah revolusi industri di abad 18. Ditemukannya mesin uap bikin orang bisa produksi barang secara massal di pabrik,Kamu harus ngerti bahwa sebelum revolusi industri, nggak ada yang namanya pabrik. Semua barang dibuat pakai tangan, satu per satu. Nggak ada pabrik sepatu,Kalo kamu mau beli sepatu, si tukang sepatu yang akan bikinin dari nol sampe jadi. Custom sesuai permintaan. Jadi boleh dibilang tukang sepatu adalah seniman,Seorang yang ahli membuat sepatu, mulai dari mengukur, merancang, dan menjahit.
Sebelum era mesin uap, tukang sepatu dibayar berdasarkan
keahliannya membuat sepatu. Tukang-tukang lain juga begitu,Tapi sejak ada mesin
uap, sepatu bisa diproduksi massal langsung banyak. Karena spesialisasi, gak
butuh lagi keahlian tukang sepatu. Spesialisasi itu apa? Nah daripada 1 orang
bikin 1 sepatu, lebih cepat kalau 1 sepatu dikerjakan oleh beberapa orang
sekaligus. Bagi tugas. Ada orang yg kerjaannya cuma gunting bahan, ada yg
kerjaannya cuma pasangin sol, ada yg kerjaannya pasangin tali sepatu.
Keahlian
tukang sepatu jadi gak ada harganya. Sekarang pabrik sepatu bisa bikin banyak
sepatu tanpa tukang sepatu.Akhirnya,tukang sepatu terpaksa tutup toko dan kerja
di pabrik cuma buat jadi orang yg masangin tali sepatu 10 jam sehari, setiap
hari.Hal yang sama juga terjadi pada bidang profesi lain. Penjahit pakaian,
tukang roti, dsb. Pada jadi buruh pabrik di revolusi industri. Keadaan ini
bikin masyarakat jadi terbagi dua: kaum borjuis (yang empunya modal buat bikin
pabrik) dan kaum proletar (buruh/pegawai).
Kaum borjuis (pemilik pabrik) makin kaya raya, dengan
memanfaatkan kaum proletar (buruh) sebagai alat,Budak dengan bayaran kecil.
Buruh hanya dilihat sebagai alat penggerak roda produksi untuk memperoleh
keuntungan sebesar-besarnya bagi sang pemilik modal. Sistem ekonomi di mana
pemilik modal yang berkuasa disebut KAPITALISME,Para buruh/pegawai hanya bisa
bergantung pada majikannya. Buruh bisa dibuang kapan saja dan digantikan oleh
siapa saja. Manusia jadi komoditas, tenaga dan waktunya diperjualbelikan.
Seorang filsuf bernama Karl Marx, bareng temennya Friedrich Engles, terbitkan makalah berjudul The Communist Manifesto pada tahun 1848. Dalam makalah itu berisi pemikiran Marx yang disebut Komunisme. Apa itu komunisme? Simplenya: memberontak terhadap Kapitalisme. Karl Marx melihat keadaan Eropa saat itu sebagai penindasan oleh kaum borjuis terhadap kaum buruh. Dia protes menentang,Memberontak.
Dia melihat kaum buruh diperbudak dan hanya digaji
pas-pasan, supaya mereka jadi bergantung dan tetap kerja selamanya. Siklus
setan. Menurut Marx, bahkan perbudakan masih lebih baik karena kalo budak
dijamin sama tuannya. Kalo buruh, gak ada jaminan apapun. Inget sistem kerjaan
di awal tadi? Di mana rakyat jelata nggak punya hak dan harus bekerja untuk
melayani para bangsawan? Nah, Marx merasa monarki dan feudalisme harusnya sudah
ditumbangkan, rakyat sudah menang, tapi kok sekarang keadaannya masih sama?
Kalau dulu yang berkuasa adalah bangsawan, sekarang yang berkuasa adalah para
kapitalis pemilik modal. Tapi penindasannya masih sama !
Marx melihat masalah dalam kesenjangan ekonomi di masyarakat
disebabkan oleh satu hal: hak kepemilikan sarana produksi (pabrik). Pabrik A
dimiliki oleh satu orang, yang jadi kaya raya ya cuma si pemiliknya. Padahal
semua buruh bekerja keras, tapi digaji minim. Buruh yg kerja keras, tapi yg
kaya si pemilik. Berkuasa cuma gara-gara: HAK MILIKI! Pabriknya milik si boss,
jadi yg nikmatin ya dia. Kalo gitu apa bedanya dengan sistem bangsawan dulu?
Orang yang lahir jadi bangsawan otomatis jadi penguasa. Kelahiran yang
menentukan.
Sekarang juga masih sama, anak orang kaya lahir otomatis jadi penguasa. Meskipun dia lebih tolol daripada kamu, kamu tetap budaknya.Nah, menurut Marx, cara untuk mengatasi ketidakadilan ini adalah dengan: MENCABUT hak kepemilikan sarana produksi (pabrik). Sarana produksi (pabrik) TIDAK BOLEH dimiliki oleh pribadi, melainkan milik rakyat. Tugas negara untuk mengatur pembagian hasilnya.
Bayangin: kamu jadi buruh di sebuah pabrik sepatu, kamu dan
teman-teman buruh adalah pemilik pabrik itu. Bakal semangat gak kerjanya? Kamu
kerja di pabrik, gak ada pemilik tunggal. Pemiliknya adalah bersama, kemajuan
pabrik ya dinikmati bersama. Semua sama-sama. Nah tugas pemerintah adalah
meregulasi dan mengatur pembagian hasil ini supaya sama rasa, sama rata.
Sama-sama hepi. Asik kan? :)
Nanti kalo sistemnya sudah bisa jalan sendiri dengan lancar,
gak perlu campur tangan pemerintah lagi, maka pemerintah pun dibubarkan.
jadi,Komunis adalah masyarakat utopia, tidak ada pemerintah,
tidak ada perbedaan miskin dan kaya, tidak ada penindasan. Semua bahagia.
Dalam masyarakat komunis, gak ada tuh satu orang punya
Ferrari sementara ada anak jalanan ngais sampah dan tidur di bawah jembatan.
Jadi salah besar kalo kamu anggap paham komunisme itu jahat dan biadab. Justru
malah sebaliknya, tujuannya adalah dunia utopia .
Nah, apakah kamu bisa menjawab pertanyaan saya: kalau komunisme itu tujuannya bagus lalu kenapa dibenci, dilarang, dan ditentang?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar