Senin, 30 Januari 2017

Manusia Makhluk Simbolik ?

Manusia tidak seperti hewan, begitulah katanya. Manusia dan hewan adalah makhluk hidup, tetapi manusia diberkahi dengan kemampuan berpikir, sedangkan hewan tidak. Dalam buku "Falsafah Hidup" Buya Hamka, Diriwayatkan bhw Adam as. diberi 3 hal untuk dipilihnya satu di antaranya, yaitu akal, rasa malu, dan agama. lalu, Manusia pertama itu memilih akal, akan tetapi begitu ia mengambilnya, rasa malu dan agama enggan berpisah sehingga yang berakal pasti beragama dan memiliki rasa malu. Oleh sebab itu, setiap manusia dapat berinteraksi dengan hal-hal di sekelilingnya dengan menggunakan aturan seperti saat seseorang melakukan kesalahan kepada orang lain, dia harus meminta maaf kepada orang tersebut. Akan tetapi, hewan tidak perlu meminta maaf/malu kepada hewan lainnya ketika melakukan kesalahan, karena hewan tidak memiliki akal untuk berpikir bahwa mereka harus berinteraksi dengan hewan lainnya dengan menggunakan aturan. 
 Dalam teori antropologi juga mengatakan bahwa manusia itu makhluk simbolik yang pandai "menunda" (delay), juga dalam buku "An essay on man" seorang filsuf jerman beraliran kantian mengatakan bahwa yang membedakan manusia dengan binatang yakni manusia adalah makhluk simbolik. yah maksudnya, kalau manusia disodorkan makanan apalagi dikala lapar, manusia lebih memilki daya "menunda" dari pada binatang, kenapa ? karena manusia punya kekuatan akal/rasio, mikir dulu. Tapi akhir-akhir ini Faktor menunda secara simbolik ini hilang dalam diri manusia menghadapi informasi di era digital, informasi langsung dilahap, gak peduli kalo itu hoax.
Teori postmodern suka nyinyir atas teori kantian bahwa manusia makhluk simbolik yang menunda itu mengatakan "lah apa aja didepannya langsung dilahap kok!", Teori postmodern menakar hukum entropi bahwa manusia makhluk yang tidak bisa dinilai rasional karena kenyataannya bisa mendadak bertingkah inkonsistensi. 
Binatang kalau melihat makanan lezat didepannya masih melihat kiri-kanan, memastikan ada saingan atau tidak, eh manusia langsung nyamplok, boooooooo. Ada binatang yang melihat makanan tidak langsung dilahap tapi disimpan dulu secukupnya untuk nanti kalau sudah laper tapi manusia menyerbu dan menyimpan demi monopoli.

Lalu, Manusia yang melahap informasi betapapun hoaxnya, apakah lebih rasional dari pada binatang yang melihat makanan masih perlu menengok kiri-kanan dulu?




Sekian, 

Zow


Tidak ada komentar:

Posting Komentar